Skip to Content

Monday, September 23rd, 2019

Cegah Kanker Payudara pada Ibu-ibu, Tak Hanya Andalkan Menyusui

Closed
by October 19, 2016 General

Jakarta, Dari sebuah studi yang dipublikasikan Journal BMC Medicine, lebih dari separuh kasus kanker dunia berada di Asia. Sayangnya fakta ini tidak dibarengi dengan wawasan dan kesadaran publik tentang bagainana caranya mencegah atau meminimalisir risikonya.

Salah satunya berkaitan dengan kebiasaan menyusui. Menyusui telah lama dikaitkan dengan penurunan risiko kanker payudara.

Hal ini juga dipahami oleh Dr Yoon Sim Yap dari National Cancer Centre Singapore. Akan tetapi ia mengatakan menyusui hanya menurunkan sedikit risiko dari kanker payudara.

“Menyusui memang bisa mencegah atau menurunkan risiko kanker tetapi hanya sedikit saja, dan kita tidak bisa bergantung pada kebiasaan ini untuk mencegah kanker,” paparnya saat ditemui usai acara Novartis Oncology ‘Transforming the Way of People Live with Cancer’ di Novartis Institute of BioMedical Research, Shanghai, Selasa (18/10/2016).

Mengapa demikian? Menurut hemat Dr Yap, kanker payudara nyaris tidak dapat dihindari sama sekali. Sebab sangat sulit mengubah gaya hidup seseorang, atau menentukan kapan seseorang akan menikah dan punya anak karena alasan yang sangat personal.

“Itu sebabnya yang kita bisa kita lakukan hanya deteksi dini,” pesannya.

Kendati demikian, pegiat laktasi dr Utami Roesli, SpA, IBCLC, FABM, seperti dibertakan detikHealth sebelumnya, pernah menuturkan bahwa ibu-ibu yang menyusui selama 2 tahun atau lebih akan terhindar dari risiko kanker. Hal ini karena di dalam ASI ada zat HAMLET (Human Alpha-lactalbumin Made Lethal to Tumour cells) yang bisa mencegah ibu dari penyakit kanker, termasuk kanker payudara dan kanker serviks.

Bahkan HAMLET diketahui dapat membunuh 40 jenis sel kanker dengan keuntungan tidak akan merusak sel-sel yang sehat. Ini berarti cara terbaik untuk mengantisipasi kanker payudara tidak semata mengandalkan pada kebiasaan menyusui, tetapi juga memperbaiki gaya hidup menjadi lebih sehat.

Baca juga: Banyak yang Kena Kanker Payudara Sebelum Menopause, Ini Sebabnya

Hal lain yang perlu dipahami oleh pasien kanker di Asia adalah memilih pengobatan alternatif begitu didiagnosis dengan kanker, semisal pengobatan herbal. Dr Yap menegaskan ini tidak dibenarkan, dan tidak terbukti menyembuhkan kanker.

“Justru kalau mereka percaya, lalu berakibat pada menunda pengobatan, maka mereka membahayakan diri mereka sendiri,” pungkasnya.

Baca juga: Dibanding di Barat, Kasus Kanker Payudara di Asia Lebih Tinggi(lll/up)

Previous
Next