Skip to Content

Tuesday, October 22nd, 2019

Gelar Pembuktian Dominika Cibulkova Di laga puncak, Kerber tidak tampil maksimal. Poin kemenangan Cibulkova pun disebabkan kesalahan pengembalian Kerber. 31 October 2016, 08:02 WIB

Closed
by October 31, 2016 General

LAGA final turnamen elite WTA Finals 2016 menjadi antitesis permainan petenis nomor satu dunia Angelique Kerber tahun ini. Meski sukses merebut dua gelar grand slam, petenis Jerman itu gagal melengkapinya dengan gelar WTA Finals.

Ia kandas di tangan petenis peringkat ke-8 dunia, Dominika Cibulkova, di Singapore Indoor Stadium, Singapura, kemarin. Cibulkova menyudahi pertandingan tersebut dengan dua set langsung 6-3, 6-4. Kemenangan itu sekaligus membalas kekalahannya dari Kerber di fase grup.

Bagi Cibulkova, gelar di Singapura menjadi peneguh penghargaan WTA comeback player of the year yang dida­patnya sepekan sebelum WTA Finals 2016 dimulai.

Peringkat dunianya pun dipastikan semakin terangkat setelah menjuarai turnamen elite yang hanya diikuti delapan petenis putri terbaik itu.

“Saya tidak punya kata-kata untuk menggambarkannya. Datang ke turnamen ini untuk pertama kali, gelar ini tentu menjadi yang terbesar dalam karier saya sejauh ini. Saya hanya ingat saat match point di pertandingan tadi. Selanjutnya saya hanya merasakan momen paling bahagia dalam karier saya,” kata petenis Slovakia itu.

Sebelum Cibulkova menapak hingga menjadi juara, perjalanannya terbilang kurang meyakinkan. Dua kali kalah di fase grup, Cibulkova yang menempati unggulan ke-8 mulai bangkit ketika menghadapi Simona Halep. Ia berhasil lolos dengan modal merebut satu set dari Kerber di pertandingan pertama Grup Merah.

Setelah itu, langkah Cibulkova tak terbendung. Ia menang atas Svetlana Kuznetsova di semifinal sebelum memecundangi Kerber di final.

Meski kalah, saat diwawancara di tengah lapangan, Kerber mengatakan tahun ini tetap menjadi tahun terbaik dalam perjalanan kariernya. Dua gelar grand slam dan menjadi petenis nomor satu dunia menjadi bukti ketangguhan Kerber di arena pertandingan.

“Saya sudah melakukan semuanya dan memberikan segenap kemampuan. Selamat untuk Domi. Ini trofi yang bagus untuknya. Tahun ini merupakan tahun terbaik bagi saya. Dua gelar grand slam merupakan yang terpenting dalam perjalanan karier saya. Saya tidak sabar kembali lagi ke sini (WTA Finals) tahun depan,” ujar Kerber.

Lanjutkan kegemilangan
Di nomor ganda, pasangan Rusia Ekaterina Makarova/Elena Vesnina melanjutkan kegemilangan seusai merebut emas Olimpiade 2016 Rio de Janeiro, Brasil. Pasangan itu merebut gelar ganda di turnamen elite penutup tahun tersebut setelah mengalahkan pasangan Amerika Serikat/Ceko, Bethanie Mattek-Sands/Lucie Safarova, 7-6 (5), 6-3.

Meski menang dua set langsung dalam tempo 1 jam 38 menit, Makarova/Vesnina harus meladeni perlawanan ketat lawan mereka. “Itu pertandingan yang hebat. Sebuah kepuasan bisa berhadapan dengan Bethanie dan Lucie. Jujur, kami sangat menikmati pertandingan itu. Kami tidak begitu yakin bisa menang sampai benar-benar memenangi pertandingan,” kata Vesnina.

Bagi Mattek-Sands/Safarova, kekalahan itu mengak­hiri catatan 18 pertandingan tak terkalahkan sebelumnya. Mattek-Sands juga kehilangan peluang mengakhiri tahun ini dengan menjadi ratu tenis dunia di nomor ganda. (WTAtennis/R-2)

Previous
Next