Skip to Content

Saturday, December 7th, 2019

Indonesia Gandeng Singapura Kembangkan Wisata Kapal Pesiar, MICE dan Promosi

Closed
by November 14, 2016 General

Bisnis.com, JAKARTA- Kementerian Pariwisata menggandeng Singapura dalam kerja sama bidang pariwisata yang mencakup tiga bidang utama, yakni promosi dan pemasaran bersama, kapal pesiar, serta bidang konvensi, insentif dan pameran (MICE).

Penandatanganan nota kesepahaman tersebut dilakukan Menteri Pariwisata Arief Yahya bersama Menteri Perdagangan dan Perindustrian Singapura S. Iswaran didepan Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong di Semarang, Jawa Tengah, Senin (14/11/2016).

Presiden Joko Widodo (ketiga kanan) dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong (kedua kiri). – .Antara/Aditya Pradana Putra

Adapun bentuk kegiatannya a.l. pembangunan destinasi dan pelabuhan; pengembangan sumber daya manusia melalui pelatihan, seminar, dan loka karya; penelitian dan pengembangan; investasi pariwisata; kerja sama sektor swasta; dan pertukaran informasi.

Dalam keterangannya, Arief menyampaikan MoU tersebut dibentuk setelah adanya arahan dari Presiden Jokowi pada tahun lalu untuk memprioritaskan kerja sama pariwisata dengan Singapura untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara.

“Kami sudah tetapkan Singapura sebagai hub untuk pariwisata. Semua penerbangan dunia mampir ke sana,” kata Arief.

Selain menjadi hub transportasi udara internasional dan pintu gerbang pariwisata, Singapura juga merupakan hub pasar MICE yang sangat potensial. Pasalnya, ada puluhan ribu perusahaan asing, baik dari Eropa, Amerika, Asia dan Australia yang memiliki kantor perwakilan di negara tersebut.

Lebih lanjut, Arief mengatakan Singapura sejak 2010 telah menunjukkan minat untuk kerja sama di bidang kapal pesiar. Namun realisasinya tidak berjalan cepat sebab pemerintah Indonesia ingin kerja sama kapal pesiar tersebut harus mencakup kerjasama parwisata secara luas.

“Ini adalah MoU tercepat yang pernah dibuat Singapura,” kata Leong Yue Kheong, Assistant Chief Executive of Singapore Tourism Board.

Sementara itu Wakil Ketua Kamar Dagang Indonesia untuk Singapura Michael Goutama menambahkan bidang pawisata merupakan salah satu fokus hubungan bilateral Indonesia dengan Singapura. Kerjasama tersebut diyakini akan menguntungkan kedua negara.

Berdasarkan data Kemenpar, Singapura merupakan penyumbang wisatawan terbesar ke Indonesia dengan jumlah 1,52 juta kunjungan pada 2015, meningkat 0,01% dari periode yang sama tahun 2014. Pada 2016, kunjungan dari SIngapura ditargetkan sebanyak 1,8 juta.

Sebaliknya, Indonesia juga merupakan penyumbang terbesar jumlah wisman ke Singapura, dengan jumlah 2,7 juta kunjungan pada 2015, disusul Tiongkok, Malaysia, Australia, dan India.

Pengembangan SDM

Selain MoU kerja sama pariwisata tingkat menteri, dalam rangkaian acara tersebut juga diluncurkan Temasek Foundation International – Republic Polytechnic Hospitality and Tourism Capability Development Programme in Indonesia.

Program tersebut berupa kerja sama antara Republic Polytechnic Singapura dengan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung, STP Nusa Dua Bali, Akademi Pariwisata Medan, dan Politeknik Pariwisata Makassar.

“Kerja sama ini berlaku efektif mulai tahun ini sampai lima tahun ke depan. Harapannya kita bisa belajar dari Singapura,” kata Asisten Deputi Hubungan Kelembagaan Kepariwisataan Kemenpar Ani Insani kepada Bisnis, Senin (14/11/2016).

Previous
Next