Skip to Content

Friday, August 23rd, 2019

Istana Bantah Hambat Karier Militer Agus Yudhoyono Politikus Partai Demokrat Ruhut Sitompul mengatakan, ada pihak-pihak di Demokrat yang membisikkan jika karier Agus akan dijegal rezim Jokowi. 27 September 2016, 14:14 WIB

Closed
by September 27, 2016 General

JURU Bicara Presiden Johan Budi membantah rezim Joko Widodo menghambat karier militer putra sulung Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Bantahan tersebut terkait pencalonan Agus Yudhoyono sebagai Cagub DKI.

“Ya, enggaklah. Presiden tidak punya otorisasi berkomentar soal itu,” kata Johan dalam pesan singkat, Selasa (27/9).

Menurut Johan, Presiden tidak dalam kapasitas mengomentari pilihan Agus yang memilih jalur politik dan meninggalkan karier militernya. Itu menjadi hak Agus, Partai Demokrat dan partai pendukung lainnya. Presiden dipastikan netral terhadap semua pasangan calon yang akan berlaga dalam Pilgub 2017 mendatang.

“Itu kan keputusan pribadi dari Agus atau SBY. Ya Presiden tidak punya otorisasi apapun untuk berkomentar soal itu. Ya dipersilahkan saja orang berkarier tergantung dirinya sendiri. Saya sampaikan di Pilkada manapun siapa pun calonnya Presiden adalah netral berdiri di atas semuanya,” tegas mantan Jubir KPK ini.

Sebelumnya, publik dikejutkan dengan pencalonan Agus Harimurti Yudhoyono sebagai bakal calon Gubernur di Pilkada DKI. Pencalonan Agus sangat disayangkan lantaran karier militernya yang cemerlang.

Laki-laki kelahiran 10 Agustus 1978 itu pernah meraih Adhi Makayasa pada Akademi Militer tahun 2000.

Sebagai perwira menengah di TNI AD dengan pangkat mayor infanteri, Agus diketahui mengantongi tiga gelar master, yaitu Master Kajian Strategi dari S Rajaratam School of International Studies, Nanyang Technological University, Singapore (2006), Master Administrasi Publik dari John F Kennedy School of Government, Harvard University, US, (2010), dan Master of Arts Leadership and Management dari George Herbert Walker School of Business and Technology, Webster University (2015).

Politikus Partai Demokrat Ruhut Sitompul mengatakan, ada pihak-pihak di Demokrat yang membisikkan jika karier Agus akan dijegal rezim Jokowi. Hal itu membuat SBY memutuskan karier militer Agus dan beralih ke jalur politik.

“Aku sedih Agus dikorbankan. Agus itu brilian jenius. Aku ingatkan kader-kader Partai Demokrat dan jangan suudzon dengan Pak Jokowi, Presiden yang aku menangkan,” kata Ruhut. (MTVN/OL-3)

Previous
Next