Skip to Content

Monday, September 23rd, 2019

Jadi Cadangan pun sudah Mewah AJANG turnamen elite penutup musim kompetisi, WTA Finals, memang hanya diikuti delapan petenis terbaik dunia. 22 October 2016, 06:18 WIB

Closed
by October 21, 2016 General

AJANG turnamen elite penutup musim kompetisi, WTA Finals, memang hanya diikuti delapan petenis terbaik dunia.

Ajang yang kembali berlangsung di Singapore Indoor Stadium, Singapura, 23-30 Oktober mendatang akan menjadi pembuktian kehebatan para petenis putri terbaik dunia itu untuk menutup musim kompetisi ini dengan gelar juara.

Untuk tahun ini, ada sedikit perbedaan terkait dengan petenis yang akan tampil di Singapura.

Mundurnya Serena Williams akibat cedera membuat hingga kini baru tujuh petenis yang dipastikan tampil.

Satu tempat lainnya masih diperebutkan antara peringkat ke-9 dunia Svetlana Kuznetsova (Rusia) dan peringkat ke-10 dunia, Johanna Konta (Inggris).

Namun, yang pasti, selain delapan petenis yang akan berlaga, masih ada dua petenis lagi yang akan hadir di Singapura.

Namun, keduanya hanya akan berstatus petenis ‘cadangan’.

Itu ialah tugas untuk menggantikan petenis utama yang tidak bisa tampil di fase round-robin.

Petenis cadangan biasanya merupakan petenis yang ada di bawah peringkat ke-8 yang lolos ke WTA Finals.

Satu tempat di bangku cadangan sudah pasti diduduki Kuznetsova atau Konta.

Satu tempat lainnya mungkin ditempati petenis Republik Ceko, Petra Kvitova.

Sebagai cadangan, kedua petenis tersebut memang menunggu dengan syarat harus berada di Singapura ketika turnamen berlangsung.

Namun, mereka pun akan tetap mendapatkan fasilitas mewah yang juga didapat delapan petenis utama.

Tentu mendapat kesempatan untuk bisa tampil di WTA Finals merupakan keuntungan sebagai petenis cadangan.

Namun, beberapa keuntungan lain pun bisa didapatkan petenis cadangan.

Pertama ialah tentu pengalaman mempelajari atmosfer dan arena WTA Finals yang akan terus berlangsung di Singapura hingga 2018 mendatang.

Pengalaman itu dapat menjadi motivasi untuk berusaha tampil lebih baik di tahun berikutnya.

Keuntungan kedua ialah fasilitas mewah yang bisa didapatkan.

Fasilitas menginap di hotel bintang lima dengan segala fasilitas mewah lainnya bisa dimanfaatkan mereka yang menjadi cadangan hingga puas tanpa berpikir soal pertandingan bila ternyata tak ada petenis utama yang perlu digantikan.

Bahkan, mereka bisa berjalan-jalan ke seluruh pelosok Singapura.

Fasilitas ketiga yang didapat tentu saja uang tampil.

Sebagai petenis cadangan, mereka akan menerima bayaran US$68 ribu (sekitar Rp884 juta).

Jumlah uang yang bisa dibawa pulang tentu akan bertambah jika sang petenis cadangan tampil di lapangan untuk menggantikan petenis utama.

Dalam sejarah WTA Finals, hanya satu kali petenis cadangan yang tampil menggantikan petenis utama, yaitu pada 2012 di Istanbul, Turki.

Kala itu Samantha Stosur menggantikan Petra Kvitova yang mengundurkan diri setelah menjalani pertandingan pertama fase round-robin menghadapi Agnieszka Radwanska.

Monica Seles

WTA Finals 2016 juga akan menjadi momen kembalinya pemilik sembilan gelar grand slam asal Amerika Serikat, Monica Seles.

Namun, mantan petenis putri nomor satu yang kini menginjak usia 42 tahun itu datang ke Singapura bukan untuk bertanding.

Ia akan menjalani peran sebagai duta WTA Finals 2016 setelah ditunjuk WTA bulan lalu.

Seles yang tiga kali memenangi WTA Finals pada 1990-1992 mengaku senang dengan perannya sebagai duta WTA Finals.

Terlebih, ia terakhir kali tampil di Singapura untuk bertanding pada 1990 silam.

Kala itu ia menjalani laga ekshibisi menghadapi petenis Amerika Serikat Jennifer Capriati.

“Saya tidak punya waktu menikmati Singapura sebelumnya,” katanya.

“Dapat kembali ke WTA Finals dan menyaksikan petenis terbaik di dunia merupakan sebuah kehormatan besar karena mereka telah bekerja keras untuk berada di grup ini karena setiap pertandingan seperti layaknya final grand slam. Bagi saya, menjadi duta merupakan kesempatan luar biasa dan saya sudah tidak sabar untuk berada di sana,” imbuhnya.

Selama kariernya, Seles telah sembilan kali tampil di WTA Finals.

Tiga penampilan di antaranya mampu diakhiri Seles dengan trofi juara.

Salah satu pertandingan WTA Finals yang tak terlupakan bagi Seles ialah saat ia berhadapan dengan petenis Argentina, Gabriela Sabatini, pada final 1990 di Madison Square Garden.

Saat itu Sales harus mengeluarkan semua kemampuan yang dimiliki. Ia harus bermain selama lima set sebelum menang 6-4, 5-7, 3-6, 6-4, dan 6-2. (WTAfinals/tennisforum/Gnr)

Previous
Next