Skip to Content

Wednesday, August 21st, 2019

Mengintip Isi Dapur Kapal Pesiar Terbesar di Asia

Closed
by June 14, 2016 General

Singapura – Di balik makanan lezat yang tersaji di atas kapal, ada juru masak yang bekerja keras di dapur. Inilah isi dapur kapal terbesar di Asia, Ovation of The Seas.

Memiliki total kapasitas penumpang hingga 4.904 penumpang, kapal cruise Ovation of The Seas milik Royal Caribbean International juga dilengkapi dengan enam restoran tematik, enam restoran utama dan sembilan restoran lainnya. Total ada sekitar 21 restoran.

Mungkin Anda penasaran, dari mana asal makanan nikmat nan melimpah yang tersaji di depan penumpang kapal pesiar. Jawabannya ada di dalam dapur kapal atau yang biasa disebut galley.

Atas undangan Singapore Tourism Board, detikTravel dan sejumlah rekan media asing pun berkesempatan untuk mengintip isi dari kapal cruise Ovation of The Seas yang disebut terbesar di Asia, Sabtu (11/6/2016). Kapal itu memang tengah singgah di Singapura dan berlayar dengan tujuan Malaysia sebelum lanjut ke China.

Beruntungnya saya, bisa melihat dapur kapal terbesar di Asia yang tentunya terbatas untuk para koki dan staff kapal. Di awal acara, rombongan media pun disambut oleh koki eksekutif dapur asal Filipina, Alfredo Alberto.

“Saya adalah koki dapur eksekutif di sini, dan inilah galley (dapur kapal) yang menjadi lokasi pembuatan makanan di kapal Ovation of The Seas,” sambut Alfredo.

Koki eksekutif Alfredo (Randy/detikTravel)

Para rombongan menuju dapur atau galley (Randy/detikTravel)

Menurut Alfredo, sistem kerja para koki pun cukup simpel. Mereka akan memasak makanan dari pagi untuk sarapan hingga selesai pada malam hari. Kesibukan pun meningkat seiring dengan jumlah penumpang yang ada di atas kapal.

“Kami bekerja dari awal sampai selesai. Kalau kapal jenis kecil yang kapasitasnya 200-300 orang, para koki ini bisa santai. Tapi kalau untuk kapal ini yang kapasitasnya sampai 4.000 lebih, mereka kerja keras,” canda Alfredo sembari menunjuk para rekan koki yang sibuk memasak.

Tapi tidak sembarang memasak. Para koki pun dibagi menjadi beberapa tingkatan. Koki departemen suatu divisi dapat dikenali dengan kerah berwarna merah. Berbeda dengan asisten koki yang memakai baju putih berkerah biru.

Setiap divisi atau yang akrab disapa station bertugas untuk menyiapkan satu jenis makanan saja. Misalnya pastry yang bertugas membuat kue, meat yang bertugas membakar daging, sup hingga sayuran dan lainnya.

Kepala koki divisi pastry (Randy/detikTravel)

Kue sedap yang nantinya akan disajikan (Randy/detikTravel)

Untuk menjaga kualitas, setiap makanan pun dicoba terlebih dulu di pagi hari. Kalau sudah oke, baru disajikan ke tamu. Setiap makanan pun punya jangka waktu yang apabila sudah lewat akan dibuang.

“Semua makanan yang dibuat kami coba dulu di pagi hari,” ujar kepala koki divisi pastry, Renato Gepilano.

Agar memudahkan distribusi dan proses memasak, setiap station juga dilengkapi dengan foto makanan beserta nama restoran di sampingnya. Selain menyamakan presentasi makanan, nama restoran yang ada juga menandakan distribusi makanan. Jadi makanan tidak akan berbeda dari gambar dan tentunya diantar ke restoran yang tepat.

Foto makanan untuk presentasi dan distribusi makanan (Randy/detikTravel)

Namun selain keterampilan dan kecepatan, ternyata makanan yang ada juga disesuaikan dengan komposisi tamu yang ada. Jika lebih banyak turis Asia, para koki akan membuat makanan bercitarasa Asia, dan begitu juga lainnya.

“Kita memasak juga menyesuaikan dengan infografik tamu. Kalau banyak turis Asia kita sesuaikan rasanya. Lain lagi dengan turis Australia atau Amerika,” jelas Alfredo.

Untuk estimasi, setiap minggunya dapur kapal mengolah 90.000 butir putih telur hingga 158 kilogram ayam. Belum lagi daging sapi dan ikan hingga tepung dan sayur mayur. Wah, tidak terhitung banyaknya.

Penasaran, saya pun bertanya akan jumlah koki yang ada di kapal cruise Ovation of The Seas. Menurut Alfredo, setidaknya ada 168 koki kapal dari enam divisi berbeda yang bertugas untuk memasak dan menyiapkan hidangan sebelum didistribusikan.

Divisi pengolahan daging (Randy/detikTravel)

Sampai di penghujung tur keliling dapur kapal, Alfredo menutup perjalanan dengan bercerita perihal tantangan menjadi koki kapal. Misalnya saja dialek yang berbeda hingga proses penyiapan makanan.

“Bayangkan, ada 40 aksen berbeda di sini (bahasa), tapi semua happy. Anda bisa kenal banyak orang dan tantangannya sangat menarik,” tutup Alfredo.

Sekiranya cerita dari dapur kapal Ovation of The Seas dapat menjadi inspirasi bagi para traveler. Bahwa sejatinya koki kapal adalah komponen penting di balik sajian makanan lezat di piring Anda. Oleh sebab itu, jangan sia-siakan makanan yang ada. Ambil seperlunya dan habiskan. (rdy/fay)

Previous
Next