Skip to Content

Friday, September 20th, 2019

Pasok BBM & LPG pada Akhir Tahun Aman

Closed
by December 23, 2016 General

Bisnis.com, JAKARTA—Pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) untuk memenuhi kebutuhan Natal dan Tahun Baru terjaga.

Vice President Retail dan Marketing PT Pertamina (Persero) Afandi, mengatakan perbedaan dari kesiapan Natal dan Tahun Baru kali ini terletak pada perubahan pola konsumsi masyarakat. Menurutnya, kali ini, konsumen lebih memilih produk seperti pertalite setara RON 90 dan pertamax setara RON 92 daripada premium setara RON 88.

/Ilustrasi

Pasalnya, sejak harga minyak dan harga produk sesuai acuan mean of platts Singapore (MoPS) turun, dengan harga yang hampir sama, konsumen mendapat produk berkualitas lebih baik. Sebagai gambaran, Afandi menyebut bila dulu konsumen pernah membayar Rp8.000 untuk satu liter premium, kini, dengan harga yang sama, konsumen bisa mendapatkan pertamax.

Seperti diketahui, kini harga premium Rp6.450 sementara pertalite Rp7.070 dan pertamax Rp7.750 per liter. Oleh karena itu, pihaknya memprediksi kenaikan konsumsi tertinggi justru pada bahan bakar jenis pertamax dan pertalite.

Kenaikan konsumsi tertinggi terjadi pada pertalite yaitu naik 20% dari konsumsi normal 28.687 KL per hari menjadi 34.481 KL per hari, konsumsi pertamax naik 15% dari 28.212 KL per hari menjadi 33.192 KL per hari, avtur naik 9,7% dari 11.328 KL per hari menjadi 12.430 KL per hari dan premium naik 7% dari 37.500 KL per hari menjadi 40.313 KL per hari.

Berbeda dengan keempat jenis BBM tersebut, solar justru diperkirakan turun konsumsinya sebesar 3% dari 39.066 KL per hari menjadi 37.924 KL per hari karena kebijakan larangan operasi bagi truk angkutan barang.

Dengan perbedaan konsumsi tersebut, Afandi menuturkan semua stok aman di atas 16 hari. Pertamina memastikan stok rata-rata BBM nasional saat ini berada pada level rata-rata di atas 22 hari dan menjamin stok selalu dipertahankan pada level tersebut. Rincian stok BBM antara lain, Premium 19 hari, Solar 21 hari, dan Avtur 27 hari.

“Stok di kami, premium, pertalite, pertamax, solar, semua di atas 16 hari,” ujarnya dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (23/12).

Menurut Afandi, pergerakan pengguna jalan sudah mulai terjadi sejak kemarin dan akan menyentuh puncaknya pada besok, Sabtu (24/12), Senin (26/12), Jumat (30/12), Sabtu (31/12) dan Senin (2/1). Pihakanya pun menyiapkan BBM kemasan dan mobil tangki di beberapa titik stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan di area peristirahatan.

Adapun, khusus Natal, titik kenaikan konsumsi BBM yakni Sumatera Utara naik 5,2%, Jawa Tengah dan Jogja naik 5,6%, Kalimantan Utara naik 7,1%, Nusa Tenggara Timur naik 3,1%, Sulawesi Utara 6,9% dan Maluku-Papua naik 10%.

Untuk Tahun Baru, kenaikan konsumsi BBM berada di Medan 44%, Riau 42%, Bukit Tinggi 29%, Palembang-Bengkulu 37%, Bogor-Bandung 31%, Jogja-Semarang 31%, Surabaya 29%, Bali 24%, Banjarmasin 34% dan Makassar 34%. Titik-titik tersebut, katanya, menjadi konsentrasi pergerakan masyarakat untuk menghabiskan liburan.

Vice President Domestic Gas Pertamina B.Trikora Putra mengatakan stok LPG pihaknya telah menambah alokasi LPG subsidi dan non subsidi sebesar 15% khusus di Sumatera Utara, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur dan Maluku-Papua terhitung sejak 21 Desember 2016 hingga 8 Januari 2017.

Pertamina juga menunjuk agen dan pangkalan siaga guna memaksimalkan SPBU dan modern outlet. Konsumsi LPG selama periode tersebut secara nasional diperkirakan meningkat 7 % menjadi 22.889 metrik ton/hari dengan ketahanan stok rata-rata 15,4 hari.

“Untuk ketahanan pasokan LPG, Pertamina telah melakukan stock build up dan menambah alokasi LPG PSO dan non PSO sekitar 15%, khususnya di Wilayah Sumatera Utara, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku-Papua,” katanya.

Previous
Next